Pengaruh Budaya Barat
Terhadap Kepribadian Siswa
Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulillahirobbil 'alamin wabihi nasta'in 'ala umuriddunia waddin wa 'ala alihi washohbihi ajma'in amma ba'adu.
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Robb pencipta semesta alam, atas segala nikmat-Nya yang selalu tercurah kepada hamba-Nya dengan penuh kasih sayang. Nikmat iman, islam, dan kesehatan yang hingga saat ini masih kita rasakan.
Shalawat dan salam senantiasa kita bahanakan kepada khotimul Rasul, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini. Semoga safaat akan sampai kepada kita di yaumil akhir nanti. Amin
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru serta teman-teman yang insyaallah selalu dalam kasih sayang Allah SWT.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin membahas tentang “Pengaruh Budaya Barat Terhadap Kepribadaian Siswa” yang saat ini mulai bermunculan disekitar kita. Bapak/Ibu guru dan teman-teman sekalian kita tahu di awal tahun 2000, sudah banyak tayangan di televisi yang meracuni pelajar di Indonesia. Dengan adanya tayangan yang menganut nilai budaya barat, maka berbagai macam perilaku, gaya hidup yang mewah sampai ke pergaulan bebas menjadi sajian utama yang di konsumsi oleh pelajar pada umumnya. Hal ini terjadi karena tayangan-tayangan yang disiarkan tidak memliki filter apapun. Bahkan, mereka lebih senang menirunya tanpa mengetahui apakah yang ditirunya benar atau salah; dan apakah itu semua sesuai dengan syariat islam atau tidak.
Dan tentunya semua ini tidak akan terjadi jika orang tua bisa membimbing dan memberikan pengawasan terhadap siaran televisi yang mereka tonton. Anak-anak boleh manyaksikan siaran yang sesuai dengan usianya dan setiap ada tayangan yang tidak patut di contoh, maka orang tua berhak menasehati mereka. Metode atau cara menasehati pun harus dengan bijak dan terbuka, misalnya dengan cara berdiskusi. Insyaallah jika demokrasi ada disekitar keluarga, maka pengaruh budaya barat yang tidak sesuai dengan ajaran islam pun akan jauh dari anak-anak.
Namun, pola didik orang tua yang kurang tepat bukan menjadi salah satu faktor utama terjadinya pengaruh buruk budaya barat terhadap kepribadian siswa. Ada satu faktor yang sangat penting juga, yaitu faktor lingkungan. Dimana ketika anak-anak bergaul dengan teman-temannya yang dapat mempengaruhi kepribadian mereka. Dan lingkungan pun menjadi pengaruh besar terhadap anak-anak. Mereka mendengar, melihat, meniru, dan akhirnya menjadi berkepribadian yang jauh dari sisi keislaman dan sulit untuk dirubah lagi.
Baiklah Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang dirahmati Allah, akhirnya dapat kita simpulkan bahwa pengaruh budaya barat yang muncul di zaman ini akan menjadi tugas orang tua dan lingkungan disekitarnya untuk bisa memfilternya. Sehingga akan menyelamatkan anak-anak/siawa agar bisa berkepribadian sesuai dengan syariat islam. Tentunya kita menginginkan hal tersebut.
Demikianlah pidato ini saya buat dan saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Yang benar hanya dari Allah, dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Akhir kata, Wassalamualaikum Wr. Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar